6/1/10

Aborsi

DEFINISI
Aborsi buatan adalah penghentian kehamilan dengan pembedahan atau obat.
  • Kehamilan mungkin dihentikan dengan pembedahan membuang isis dari uterus atau minum obat tertentu..
  • Komplikasi jarang terjadi bila aborsi dilakukan oleh tenaga kesehata yang terlatih di rumah sakit atau klinik.
Di seluruh dunia, status aborsi bervariasi mulai dicap legal hingga boleh dilakukan sesuai permintaan. Sekitar dua pertiga dari wanita di dunia mempunyai akses untuk aborsi yang legal. Di Amerika Serikat, aborsi elektif (aborsi yang diinisiasi oleh pilihan pribadi) adalah legal selama trisemester pertama (hingga 12 minggu). Setelah 12 minggu, apakah aborsi elektif adalah legal bervariasi di tiap negaranya.di Amerika Serikat, sekitar 25 persen dari kehamilan dihentikan oleh aborsi elektif, membuat hal ini salah satu pembedahan yang paling umum dilakukan.


Metode
Metode aborsi termasuk pembedahan (evakuasi operasi) dan obat untuk merangsang kontraksi rahim. Metode digunakan bergantung antara lain berapa lama seorang wanita sudah hamil. Biasanya dilakukan Ultrasonography untuk menaksir umur kehamilan. Evakuasi operasi bisa dipakai untuk kebanyakan kehamilan. Obat bisa dipakai untuk beberapa kehamilan yang sangat awal atau tua (lebih dari 15 minggu). Untuk aborsi dilakukan pada awal kehamilan, hanya anestetik lokal yang diperlukan. Untuk aborsi kehamilan tua, anestetik umum mungkin diperlukan.
Evakuasi operasi: isi rahim dikeluarkan lewat vagina. Evakuasi operasi dipakai untuk lebih dari 95% dari aborsi. Teknik berbeda dipakai bergantung pada usia kehamilan.
Untuk kehamilan kurang dari 12 minggu, sedotan kuretisasi selalu digunakan. Biasanya, dokter memakai tabung fleksibel yang kecil yang disambungkan pada sumber vakum, biasanya pompa isapan mesin atau pompa tangan tetapi kadang-kadang jarum suntik vakum. Tabung dimasukkan melalui leher rahim yang terbuka ke dalam bagian dalam rahim, kemudian dengan lembut dan seksama mengosongkan semuanya. Kadang-kadang prosedur ini tidak menggugurkan kandungan, khususnya kalau prosedur dilakukan pada minggu pertama sesudah periode menstruasi yang hilang/berhenti.
Kadang-kadang dokter harus memperlebar (membesar) leher rahim agar tabung sedotan dapat lewat dari leher rahim ke dalam rahim. Misalnya, untuk kehamilan usiaampai 12 minggu, leher rahim dibesarkan karena tabung yang digunakan lebih besar. Untuk kehamilan usia 4 sampai 6 minggu, tabung yang lebih kecil digunakan, sangat jarang atau tidak diperlukan tindakan perlebaran.. Untuk mengurangi kemungkinan melukai leher rahim selama memperbesar, dokter mungkin memakai bahan alami yang menyerap cairan, seperti tangkai rumput laut kering (laminaria), daripada alat mesin. Laminaria dimasukkan ke dalam leher rahim yang terbuka dan ditinggalkan di dalam selama sedikitnya 4 sampai 5 jam, biasanya semalam. Sewaktu laminaria menyerap banyak cairan dari badan, mereka berkembang dan merentangkan pembukaan leher rahim. Obat seperti prostaglandins juga bisa gunakan untuk membesarkan leher rahim.
Untuk kehamilan lebih dari 12 minggu, pelebaran dan evakuasi biasanya dipakai. Sesudah leher rahim dibesarkan, sedotan dan tang dipergunakan untuk mengeluarrkan janin dan plasenta. Lalu rahim dengan lembut digores untuk meyakinkan segalanya sudah dikeluarkan. Teknik ini menghasilkan lebih sedikit komplikasi kecil daripada melakukan dengan obat yang dapat menyebabkan aborsi. Tetapi, untuk kehamilan lebih dari 18 minggu, pelebaran dan evakuasi bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan pada rahim atau usus.
Obat: obat untuk aborsi mungkin dipakai untuk kehamilan kurang dari 9 minggu atau lebih dari 15 minggu. Obat biasanya dipakai untuk aborsi yang sangat awal, sebelum rahim berisi embrio dan plasenta benar-benar tampak pada scan ultrasound. Pilihan obatnya termasuk mifepristone (RU–486) dan prostaglandins, seperti misoprostol.
Mifepristone, yang diminum, menghentikan tindakan hormon progesteron, yang menyiapkan sepanjang uterus untuk menyangga janin. Mifepristone dipakai hanya untuk kehamilan kurang dari 9 minggu.

Prostaglandin ialah senyawa seperti hormon yang merangsang rahim untuk berkontraksi. Obat ini mungkin dipakai dengan mifepristone untuk kehamilan kurang dari 9 minggu atau dipakai sendiri untuk kehamilan lebih dari 15 minggu. Prostaglandin dapat ditelan, bertahan di mulut (di samping pipi atau di bawah lidah) sampai mereka larut, disuntikkan, atau ditempatkan di vagina. Prostaglandin diberikan sesudah mifepristone kalau keduanya dipakai. Regimen biasanya 1 sampai 3 tablet mifepristone dan, sesudah 2 hari, menggunakan prostaglandin (misoprostol) diminum atau dimasukkan ke vagina. Regimen ini menyebabkan aborsi pada sekitar 95% dari wanita. Jika aborsi tidak terjadi, dilakukan evakuasi operasi. Untuk kehamilan lebih dari 15 minggu, dua tablet yang ditempatkan di vagina tiap 6 jam adalah hampir 100% efektif dalam 48 jam.

Komplikasi
Risiko komplikasi berhubungan dengan usia kehamilan: semakin tua usia kehamilan seorang wanita, semakin besar risikonya. Risiko juga berhubungan dengan metode yang digunakan.

  • Evakuasi operasi: rahim dilubangi dengan alat operasi pada 1 di antara 1.000 aborsi. Lebih jarang terjadi, usus atau organ lain terluka. Pendarahan hebat terjadi selama atau segera setelah operasi pada 6 di antara 10.000 aborsi. Alat yang digunakan bisa menyobek leher rahim, khususnya pada kehamilan lebih dari 12 minggu. Kemudian, infeksi mungkin timbul. Sangat jarang, prosedur atau infeksi berikut menyebabkan parut jaringan yang terbentuk sepanjang rahim, yang menyebabkan kemandulan. Komplikasi ini disebut sindrom Asherman.
  • Obat: Mifepristone dan prostaglandin misoprostol mempunyai efek samping. Yang paling sering terjadi adalah kram rasa sakit panggul, pendarahan pada vagina, dan masalah gastrointestinal seperti mual, muntah, dan diare. Infeksi lebih jarang terjadi kalau obat dipakai digunakan lebih dahulu sebelum tindakan pembedahan.
  • Metode lain: Pendarahan dan infeksi bisa terjadi jika sebagian plasenta ditinggalkan di rahim. Kemudian, khususnya jika wanita tidak aktif, gumpalan darah mungkin berkembang di kaki. Jika janin memiliki darah Rh posistif, seorang wanita yang memiliki darah Rh negative dapat memproduksi antibody Rh sewaktu hamil, keguguran atau melahirkan. Antibody seperti itu membahayakan kehamilan berikutnya. Pemberian injeksi Rh0(D) imuno globulin pada wanita mencegah pembentukan antibody

Aborsi elektif mungkin tidak menambah risiko bagi janin atau wanita selama kehamilan berikutnya.
Kebanyakan wanita tidak mempunyai masalah psiklogis setelah aborsi. Tetapi, masalah lebih mungkin terjadi pada wanita yang mempunyai gejala psiklogis sebelum kehamilan, yang mengakhiri kehamilan karena alas an kesehatan, yang sangat ambivalen tentang aborsi, remaja, yang menglami aborsi pada usia kehamilan tua, atau yang mendapatkan aborsi secara ilegal.

3 comments:

  1. Usefull posting.. Tetep semangat yah...!! Btw...mampir2 ya ke blog aku.. Jangan cuma mampir dink...baca2 juga..

    ReplyDelete
  2. Tks Mbak...ok nanti saya bakalan rajin Kok main ke Rainbroccoli :)

    ReplyDelete
  3. I believe that is among the most significant info for me.
    And i'm glad studying your article. But wanna observation on few normal issues,
    The website taste is wonderful, the articles is truly nice :
    D. Just right activity, cheers

    Feel free to surf to my web page; sound recording tools

    ReplyDelete


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Ralepi.Com - Suzuki Motorcycle